TANAH AIR LELUHUR
tanah dan air dikuasai oleh negara
dan digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat
itulah kalimat sakti yang termaktub dalam undang-undang negeri kami
ajian para pendiri negeri pengusir setan kapitalis imperialis
tekad kuat para pemuda yang bersumpah tumpah darah satu
mantra pengikat nusantara di bawah sumpah palapa
tapi apa benar kalimat itu masih sakti?
syahdan, ratusan abad setelah gajah mada moksa
setelah hampir seabad sumpah pemuda menua
sesudah puluhan tahun negeri kami katanya merdeka
konon, kalimat itu tidaklah sakti lagi
tanah leluhur kami yang bersawah-sawah dan berlurah-lurah
berganti bangunan pabrik berasap-asap dan berlimbah-limbah
tanah leluhur kami yang berhektar-hektar dan bergirik-girik
bersulap apartemen mewah bersertifikat asing hak milik
di tanah leluhur kami bebas bergerak bertindak
di tanah leluhur kami tuan bukan budak
tapi sekarang di tanah kontrak kami berhimpit sesak
di tanah kontrak kami benar-benar jadi budak
dan air leluhur pun tidak lagi jadi milik rakyat
air jernih pegunungan disedot ke mobil tangki
berkubik-kubik mereka disekap dalam botol gelas plastik
dan wajib ditebus oleh rakyat
lalu ratusan dolar memenuhi rekening
bos-bos asing yang ongkang-ongkang girang
jauh dari nusantara kami
air murah untuk rakyat
adalah sulingan sungai yang melimbah-limbah
air murah untuk rakyat
adalah kekuningan dan berbau-bau busuk
air rakyat adalah mata air dari toilet konglomerat
air rakyat adalah air mata jelata melarat
o, tanah leluhurku dirampas kapitalis imperialis
air leluhurku disedot habis mulut-mulut konglomerat
kembalikan tanah leluhurku
kembailikan mata airku
kembalikan tanah air leluhurku
kembalikan!
10-11-'13
Dimuat di majalah Medika BDK Kemenag
2013

Luar biasa....sukses Pak
BalasHapus