TIDURLAH, NAK
Sudah larut, bayiku tak juga pejamkan mata
Bola kristalnya berputar melawan arah jarum jam
Semakin bulat matanya semakin merapat mataku
Nak, tidurlah! Tak perlu membaca pikiran bapakmu
Tak perlu tahu bapakmu hutang susu di warung Bu Mumu
Sudah larut, bayiku tak juga bermimpi
Senyumnya mengaluni irama nina boboku
Semakin lebar senyumnya semakin perih rasaku
Nak tidurlah! Tak perlu tersenyum manis seperti itu
Tak perlu tahu tadi sore ibumu merengek tambahan jatah uang dapur
Tidurlah, Nak!
Tak perlu bermimpi : besok kemana lagi bapakmu cari hutangan.
Tangerang, 31-5-2016
Dikirim ke antologi Sakkarepmu, Agustus 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar