Minggu, 14 Agustus 2016

Puisi Anak

TIDURLAH, NAK

Sudah larut, bayiku tak juga pejamkan mata
Bola kristalnya berputar melawan arah jarum jam
Semakin bulat matanya semakin merapat mataku

Nak, tidurlah! Tak perlu membaca pikiran bapakmu
Tak perlu tahu bapakmu hutang susu di warung Bu Mumu

Sudah larut, bayiku tak juga bermimpi
Senyumnya mengaluni irama nina boboku
Semakin lebar senyumnya semakin perih rasaku

Nak tidurlah! Tak perlu tersenyum manis seperti itu
Tak perlu tahu tadi sore  ibumu merengek tambahan jatah uang dapur

Tidurlah, Nak!
Tak perlu bermimpi : besok kemana lagi bapakmu cari hutangan.

Tangerang, 31-5-2016

Dikirim ke antologi Sakkarepmu, Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar