anak-anak berteriak keras
karena kita tak berkata lembut
anak-anak bertingkah kasar
karena kita tak berperilaku santun
sedangkan buah tak jatuh sangat jauh
dari pohonnya.
anak-anak tak membaca
karena layar terus menyala
anak-anak tak mengkaji
karena terpola pikir cepat saji
sedangkan deadline zaman terus berputar
dengan segala kekerasan lunaknya.
lalu sebagian kita, lebih banyak menunjuk
daripada merengkuh dan memeluk
lebih banyak berwacana berdiskusi
daripada menjadi model pekerti sehari-hari.
sedangkan anak-anak terus menyimak
pertarungan di layar menyala lewat sticknya
dan sesekali menangkap suara berisik
diskusi bapak-ibunya di ruang tamu
di ruang keluarga atau di dapur
dengan level nada-nada tinggi,
semua berawal dari sini.
Tangerang, 15 Juli 2016
(Dimuat di antologi Memo Anti Kekerasan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar