PENADAH DUKA
Navys Ahmad
sewaktu sayatan menoreh luka
tak ada teriak nyeri meleleh kata
sewaktu limbah panas merayapi tubuh
tak ada geliat resah dan keluh
sewaktu merah bara menyisakan kisah pedih
tak ada amarah tak ada ratap meringkih
bahkan sewaktu insan menitipkan jasad duka
tak ada celah tertutup tak ada dengki di jiwa
tak teriak, tak mengeluh ia
tak meringkih, tak mendengki ia
tanah pasrah pada kodrat: menjadi penadah duka
Tangerang, Juni 2016
Dimuat di antologi Sajak-sajak Anak Negeri, True Indonesian Rhyme Legion, Bogor

Tidak ada komentar:
Posting Komentar