Sabtu, 06 Agustus 2016

Puisi Alam

PENADAH DUKA
Navys Ahmad

sewaktu sayatan menoreh luka
        tak ada teriak nyeri  meleleh kata
sewaktu limbah panas merayapi tubuh
        tak ada geliat resah dan keluh

sewaktu merah bara menyisakan kisah pedih
        tak ada amarah tak ada ratap meringkih
bahkan  sewaktu insan menitipkan jasad duka
        tak ada celah tertutup tak ada dengki di jiwa

tak teriak, tak mengeluh ia
tak meringkih, tak mendengki ia
tanah pasrah pada kodrat: menjadi penadah duka

Tangerang,  Juni 2016

Dimuat di antologi Sajak-sajak Anak Negeri, True Indonesian Rhyme Legion, Bogor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar