MONOLOG DAUN
jika ada tangkai yang meranggas dengan kulit kelupas
kepada siapa aku menulis surat tentang perih menahun ini
jika ada batang menghitam di antara kepulan asap kelam
kepada siapa aku kirimkan tanya tentang penanggung laku
dan angin terik berdesau di antara renjai yang kering:
tak ada pemberi alamat tak ada pemberi jawab
lupakan saja kisah keluh pedih perih ini
bertahun bahkan berabad peradaban
kami harus setia menjalani takdir
sebagai penanggung luka
biarkan kami meregang
lalu mati.
Tangerang, 5-7-2016
Dimuat di antologi puisi Peduli Hutan
Tuas Media Publisher, Kalimantan Selatan
Agustus 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar