Sabtu, 13 Agustus 2016

Puisi Alam

MONOLOG DAUN

jika ada tangkai  yang meranggas  dengan  kulit  kelupas
kepada siapa aku menulis surat tentang perih menahun ini
jika ada batang menghitam di antara kepulan asap kelam
kepada siapa aku kirimkan tanya tentang penanggung laku

dan angin terik berdesau di antara renjai yang kering:
tak ada pemberi alamat tak ada pemberi jawab
lupakan saja kisah keluh pedih perih ini

bertahun bahkan berabad peradaban
kami harus setia menjalani takdir
sebagai penanggung luka

biarkan kami meregang
lalu mati.

Tangerang, 5-7-2016

Dimuat di antologi puisi Peduli Hutan
Tuas Media Publisher, Kalimantan Selatan
 Agustus 2016




Tidak ada komentar:

Posting Komentar